Kebanyakan orang salah kaprah menyamakan bitumen dengan aspal padahal dua bahan tersebut tidak sama. Bitumen adalah cairan pengikat aspal yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi. Bitumen dikenal memiliki daya rekat yang kuat dan tahan terhadap kerusakan akibat tumpahan air dan minyak. Hal ini membuat bitumen menjadi bahan yang sangat cocok untuk mengikat aspal pada membrane waterproofing. Bitumen untuk bahan membrane waterproofing diproduksi dengan spesifikasi berbeda dengan aspal jalan, persentase bitumen untuk membrane waterproofing adalah 8% sampai 12% sedangkan untuk aspal jalan, runway, tempat parkir adalah 85%. Secara umum bitumen dibuat dengan proses Fractional distillation pada suhu 300°C sampai 400°C untuk memisahkan material minyak bumi cair, bensin, dan solar agar mendapatkan bitumen yang mengendap di bawah tungku refinery pemrosesan.